Apa yang harus dihormati, siapa yang harus menghormati dan bagaimana caranya, mungkin tiga pertanyaan ini perlu kita renungkan dalam hal hormat-menghormati. Sehingga pertanyaan ke empat, mengapa harus saling menghormati tidak perlu terjawab dalam bentuk tindakan. Tindakan yang hanya mengakibatkan kekecewaan dan kerugian semua pihak.
Sungguh sedih melihat bagaimana polisi pamongraja harus menyita gerobak para pedagang. Dan bagaimana getirnya kita melihat tetesan airmata dan tatapan keputus-asaan para pedagang. Hal ini mungkin menjadi kebiasaan waktu memasuki bulan suci romadlon, dan terjadi dimana-mana. Mengapa ini semua harus terjadi…, mengapa jawaban tiga pertanyaan diatas tidak kita siapkan sebelum munculnya jawaban berupa penyesalan atas pertanyaan keempat.
Untuk masalah hormat-menghormati pada bulan romadlon, tentunya masalah ritual kaum muslimin dalam menjalankan puasa yang harus dihormati. Mengenai siapa yang harus menghormati, ya semua pihak... semua orang. Berikut alternatif cara yang saya tawarkan untuk anakku yang sudah berpuasa (9 th) dan anakku yang belum berpuasa (5 th & 1 th):
Yang puasa, Hormatilah yang tidak puasa:
* Biarkan mereka untuk memenuhi kebutuhannya, terkait makan dan minum seperti halnya kita manakala tidak berpuasa. Biarkan mama menyediakan makan untuk memenuhi kebutuhan yang tidak puasa. Bayangkan bagaimana kita sendiri manakala dalam keseharian (waktu tidak puasa), tiba-tiba tidak ada makanan dan minuman.
* Bersikaplah seperti saat kita puasa sunnah, senin-kamis misalnya, tidak perlu menunjukkan kita berpuasa.
* Jaga spirit dan aktivitas, sehingga mereka merasa tidak segan manakala mau makan dan berkegiatan.
Yang tidak puasa, Hormatilah yang berpuasa:
* Makan dan minum seperti biasanya, hanya saja tidak perlu menunjukkan secara frontal dan terbuka. Tempat makan dan minum tentunya perlu ada penutup, sehingga yang makan tidak merasa risih...
* Memahami akan berkurangnya stamina yang puasa.
* Toleran, menahan aktivitas-aktivitas yang mengurangi kekhusukan orang puasa.
Anakku… pada bulan puasa ini syetan terbelenggu… karena amunisi setan didiri kita tidak kita penuhi, yaitu makan dan minum.
Sabtu, 13 September 2008
Anakku....., Hormatilah!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar